Meski Mapan Prestasi Xabi Alonso Tetap Punya Penyesalan

Kini BandarTaruhan menyediakan jenis permainan baru seperti permainan Sabung Ayam & Number Game ( Spin Bola )
BandarTaruhan memberikan bonus komisi Sportsbook sebesar 15%, Live Casino dengan rollingan sebesar 0.7% & Permainan Tangkas dengan CashBack 5% , Daftarkan Diri Anda Sekarang Juga!
Daftar Taruhan Bola
Deposit Dana
Withdraw Dana

Meski Mapan Prestasi Xabi Alonso Tetap Punya Penyesalan

Die Roten – Gelandang berkebangsaan Spanyol yang namanya terkenal bersama Liverpool di Premiere League Inggris Xabi Alonso akan gantung sepatu di akhir musim ini dan ia sudah punya banyak prestasi serta trofi bergengsi tetapi ia masih punya penyesalan yang selalu teringat. Meski meraih banyak gelar dan penghargaan, masih ada kegagalan-kegagalan yang membayanginya. Alonso telah menyatakan mengakhiri perjalanannya di dunia sepakbola pada Maret lalu. Belasan trofi bergengsi sudah dia raih selama 18 tahun berkarier. Tapi semua perjalanan Alonso tidak semuanya manis. Ada tiga penyesalan yang sudah dia rasakan. Pertama, pemain 35 tahun itu menyesal karena gagal mengantarkan Real Sociedad meraih juara La Liga pada musim 2002-2003. Kegagalan itu terbilang menyakitkan. Sociedad harus rela digeser Real Madrid dari puncak klasemen setelah kalah 2-3 dari Celta Vigo di pekan ke 37, jika saja ia berhasil maka itu akan jadi prestasi bersejarah untuk Real Sociedad.

Penyesalan kedua pun ada pada tim kedua yang ia bela dalam karir sepakbola profesionalnya yaitu terjadi saat menjalani musim terakhir di Liverpool. Ketika itu The Reds harus puas finis di posisi dua di belakang Manchester United. Dan penyesalan terjadi bersama Bayer Munich selaku klub terakhirnya. “Mungkin saya punya tiga (penyesalan). Dengan Real Sociedad, klub awal saya, kami satu pertandingan lagi untuk memenangi La Liga (2002-03). Bersama Liverpool kami sangat dekat dengan Premier League. Dengan Bayern, sangat dekat dengan Liga Champions,” kata Alonso dalam wawancara bersama The Times. “Tapi mungkin itu terlalu banyak untuk ditanyakan, terlalu sempurna. Jika Anda bisa memangilnya penyesal… tapi ini hanya sepakbola,” sambungnya. “Ketika saya menoleh ke belakang, saya bisa merasa bahagia karena telah melakukan apa yang saya inginkan, menentukan jalan saya,” tegas pria asal Spanyol itu. Akhir pekan ini Alonso akan menajalani laga terakhir ketika Bayern Munich menjamu Freiburg di Allianz Arena, Sabtu malam.